Arti Manajemen Menurut Ahli

Arti Manajemen Menurut Ahli

Arti Manajemen Menurut Ahli
Ditinjau dari asal kata, manajemen berasal dari bahasa Latin. Manus yang mana berarti tangan dan agere yang artinya melakukan. Pengabungan kata tersebut menjadi managere akan memiliki arti melakukan dengan tangan atau menangani.

Penyerapan dalam bahasa Inggris menjadi manage berarti mengatur kegiatan. Secara bahasa Indonesia inilah yang diterjemahkan menjadi manajemen (pengelolaan).

Manajemen menurut ahli, Parker menyatakan bahwasanya manajemen adalah seni dalam melakukan pekerjaan melalui orang. Walaupun banyak defenisi manajemen dari ahli alinnya namun pengertian dasar manajemen bisa disimpukan sebagai proses dan tugas. Intinya dirangkum dalam kegiatan POAC (Planning, Organizing, Acting Controlling).

Aktivitas manajemen ini memiliki tujuan untuk mencapai target organisasi. Baik itu organisasi nirlaba ataupun komersil. Aktivitas tersebut meliputi pemberdayaan segala sumber daya yang ada agar efektif, optimal dalam rangka memudahkan pencapaian target tersebut.

Dari tinjauan keilmuan, manajemen diartikan sebuah ilmu dalam pengelolaan aktivitas dalam upaya pencapaian tujuan, melahirkan kerja sama yang efisien yang diawali dengan perencanaan yang baik. Perkembangan ilmu manajemen memang tergolong muda, pada abad 20-an. Namun, perkembangan ilmu ini cukup pesat karena memang sangat dibutuhkan dalam perolehan hasil maksimal.
Pertimbangan dalam Melakukan Utang Luar Negeri

Pertimbangan dalam Melakukan Utang Luar Negeri

Ketika sebuah negara ingin melakukan pinjaman luar negeri maka akan ada 7 aspek faktor pertimbangan dalam menentukan utang luar negeri. Faktor tersebut akan menjadi acuan dalam mendefenisikan jumlah dan banyaknya pinjaman yang akan dilakukan. Tujuh faktor tersebut adalah,
Selisih Suku Bunga US
Sekitar tahun 1990 selisih suku bungan negara emerging market semakin besar, akibatnya ini mendorong investor luar negeri mengalihkan investasi dari negara maju ke negara berkembang.  Disini terlihat jelas sebuah negara akan mempertimbangkan tingkat suku bunga karena ini akan menjadi faktor penentu investasi. Jika suku bunga tidak baik, maka investor tidak akan tertarik berinvestasi, jikapun masih dilakukan pinjaman tentu pemberdayaan dana pinjaman tersebut tidak akan optimal sehingga sulit untuk mendapatkan keuntungan dari pengelolaan dana pinjaman tersebut. efek terburuknya, negara tersebut sulit untuk mengembalikan pinjaman.

Pasar Modal yang Terintegrasi
Akses pasar yang leluasa tentu berperan dalam transaksi mata uang. Ini akan menentukan luas pasar dalam pinjaman. Kebebasan tersebut terbentuk dalam lembaga keuangan internasional seperti WTO, World Bank dan IMF.

Kelebihan Likuiditas Pasar Internasional
Penilaian berlebihan kinerja fundamental perekonomian bisa memberikan dampak pada pinjaman luar negeri. Ini menyangkit tentang bagaimana suatu negara mengembalikan pinjaman tersebut beserta bunganya.

Ragam Produk Financial
Artinya, pinjaman luar negeri tentu akan mempertimbangkan produk produk yang beragam dari pasar modal luar negeri. Semakin banyak produk pembiayaan internasional tentu akan menjadi pilihan yang dipertimbangkan oleh peminjam.

Kemampuan Lembaga Keuangan dalam Penyediaan Kredit
Smmber dana perbankan dan lembaga keuangan non bank tentu akan menentukan tingkat suku bunga. Kemampuan pemberian kredit pastinya menentukan bagaimana perputaran uang dan pinjaman akan dikembalikan.

Syarat dan Prosedur Pinjaman
Pinjaman dengan syarat dan prosedur yang mudah tentu akan lebih disukai. Barang nyata ini menjadi hal yang dipertimbangkan ketika mencari pinjaman utang.

Reputasi dan Profesionalisme
Nama baik dan kinerja lembaga keuangan dimana uang akan dipinjam menjadi salah satu faktor dalam menentukan pinjaman. Tidak mau meminjam pada lembaga lembaga yang tak memiliki reputasi baik dan tidak profesional.
Teori Utang Luar Negeri

Teori Utang Luar Negeri

Perkembangan sebuah negara memang membutuhkan dana yang besar sekali dalam bentuk investasi demi mencapai pertumbuhan  ekonomi. Bila saja tabungan dalam negeri tak mencukupi, maka alternatif yang digunakan adalah mencari pinjaman luar negeri atau utang.
Pada kondisi tertentu, pinjaman luar negeri memang bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Namun ini bisa menjadi bumerang bila pengelolaan  dana utang tersebut tidak baik.

Saat akumulasi utang dan pertumbuhan ekonomi rendah misalnya. Negara tidak sanggup melakukan pembayaran utang, maka nilai utang akan semakin menjadi lebih besar. Sebab, pinjaman luar negeri tersebut tentu saja memiliki bunga.

Salah satu teori yang populer dalam utang Luar negeri adalah Debt Overhang. Teori ini mengambarkan kondisi di atas, dimana kemampuan negara rendah dalam membayar utangnya. Efek ini berdampak pada perlambatan laju pertumbuhan ekonomi, sebab investasi tentu saja dipandang tidak sehat pada kondisi negara semacam ini.

Hubungan pertumbuhan ekonomi dengan utang luar negeri lebih dijelaskan sebagai berikut. Utang luar negeri berpengaruh pada dua jalur, akumulasi modal dan pertumbuhan faktor produktif. Pada kondisi dan jumlah yang bisa dibayarkan tentu utang ini akan menjadi hal positif dan membantu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Ini akan terjadi jika hal yang didapat dari dana utang melebihi bunga dan mencukupi kemampuan pembayaran utang. Sebaliknya, akan menjadi kehancuran bila hasil investasi dana utang tidak menghasilkan apa apa. Utang akan menjadi beban begitu saja.

Dalam pandangan klasik, pemotongan pajak yang didanai oleh utang akan meningkatkan pengeluaran konsumen dan mengurangi tabungan nasional. Maksudnya begini, misalkan pemerintah mengurangi tarif pajak, artinya pendapatan akan berkurang. Mau tidak mau untuk mengganti hal tersebut harus diambil dari tabungan nasional. Saat bersamaan, ketika pengeluaran konsumen meningkat maka  permintaan akan besar.

Utang pemerintah menurut Ricardian, pengeluaran konsumen meningkatkan sumber daya konsumen dan pemotongan pajak. Dalam waktu singkat utang luar negeri memang meningkatkan pendapatan. Namun dalam periode panjang utang tidak mengubah pendapatan atau konsumsi di masa depan. Sebab utang tersebut akan menjadi beban untuk masyarakat masa mendatang. Penganut teori Ricardian ini (Ricardian Equivalance menyatakan bahwa defisit anggaran yang dibiayai utang luar negeri tidak memberikan dampak apapun terhadap perekonomian.
Didukung dengan teori David Ricardo's Funding, sebauh teori yang diungkapkan kembali oleh Barro (disebut juga teori Ricardo-Barro Preposition) lebih mendetailkan bahwasanya ini karena beban utang musti ditanggung pemerintah dimasa mendatang. Kemungkinan yang terjadi misalnya kenaikan pajak. Dengan kenaikan pajak tentu masyarakat masa mendatang semakin terbebani. Inilah yang dimaksud bahwasanya utang luar negeri tidak akan berdampak apa apa terhadap pertumbuhan ekonomi.

Penganut aliran Keynesian berpendapat bahwasanya defisit fiskal sangat berpengaruh pada perekonomian. Kebijakan dalam peningkatan anggaran yang diambil dari pinjaman luaarnegeri memiliki pengaruh dimana permintaan agrerat akan naik. akibat pengaruh dari akumulasi modal. Dalam hal ini Keynesian menyatakan defisit anggaran akan meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan. Pada ujungnya peningkatan pendapatan akan meningkatkan konsumsi juga pada akhirnya.

Defisit Anggaran yang ditalangi dengan hutang bermakna beban pajak dimasa sekarang relatif lebih ringan. Pastinya ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan peningkatan pendapatan, imbasnya peningkatan konsumsi. Efeknya tentu permintaan barang atau jasa konsumsi akan meningkat sekaligus akumulasi modal dan tingkat tabungan juga meningkat. Kesimpulannya menurut Keynesian utang luar negeri akan membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.

Pengalaman berhasilnya utang luar negeri dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Eropa Barat memberikan saran kepada negara berkembang untuk mencari pinjaman luar negeri untuk meningkatkan pertumbuhan luar negeri.

Ini terbukti dengan lahirnya teori yang dikenalkan oleh Sir Roy Harrod. Teori ini dikenal dengan nama Harrod Domar. Isi teori Harrod Domar iini tentang bagaimana optimalisasi penggunaan utang luar negeri dalam peningkatan pembangunan. Pemikiran Harrod ini berikutnya dikembangkan ahli ekonomi 1960-1970-an seperti Alan Strout dan Hollis Chenerey. Pokok Pemikiran Chenery tertuang dalam 4 ide dasar yaitu,

  1. Sumber Dana Eksternal atau modal asing yang dimanfaatkan negara berkembang sebagai dasar penting dalam memicu investasi dan pertumbuhan ekonomi
  2. Menjaga dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi tetap stabil dibutuhkan perubahan mendasar dalam struktur produksi dan perdagangan.
  3. Sumber modal asing bisa memberkan peran vital dalam pergerakan sumber dana dan peralihan struktural
  4. Kebutuhan modal asing akan turun setelah terjadinya peralihan struktural.
Pokok ide di atas dijadikan dasar dalam pembangunan negara berkembang. Porsi pinjaman luar negeri tidak lagi diperhitungkan. Bahkan, pinjaman luar negeri menjadi sumber dana utama dalam pembiayaan pembangunan. Berikutnya: Pertimbangan sebuah Negara dalam Menentukan Utang Luar Negeri.

Utang Luar Negerti dalam Pembangunan Indonesia

Utang Luar Negerti dalam Pembangunan Indonesia


Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (Perpu) no 2 tahun 2006, tentang tata cara pengadaan pinjaman atau penerimaan hibah luar negeri dijelaskan pengertian utang luar negeri adalah

Setiap penerimaan negara baik dalam bentuk devisa dan atau devisa yang dirupiahkan, rupiah, maupun dalam bentuk barang dan atau jasa yang diperoleh dari pemberi pinjaman luar negeri yang harus dibayar kembali dengan persyaratan tertentu. Pinjaman luar negeri bank sentral adalah pinjaman yang dimiliki oleh Bank Indonesia yang diperuntukkan dalam rangka mendukung neraca pembayaran dan cadangan devisa. Pinjaman luar negeri swasta adalah pinjaman luar negeri penduduk kepada bukan penduduk dalam valuta asing dan atau rupiah berdasarkan perjanjian pinjaman atau perjanjian lainnya, kas dan simpanan milik bukan penduduk, dan kewajiban lainnya kepada bukan penduduk. Pinjaman luar negeri swasta meliputi pinjaman bank dan bukan bank.
Utang ini sendiri merupakan alternatif yang digunakan dalam mencukupi kebutuhan belanja. Termasuk dalam lingkup negara atau yang dikenal dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Pinjaman dari luar negeri akan digunakan dalam penunjang biaya pembangunan di berbagai sektor.

Tidak dipungkiri, utang luar negeri Indonesia cenderung semakin tahun semakin meningkat. Ini dikarenakan faktor defisit yang disebabkan oleh,

  1. Defisit transaksi berjalan atau trade gap. Maksudnya nilai ekspor lebih sedikit dibanding nilai impor.
  2. Defisit investasi atau disebut dengan IS Gap. maksudnya dana pembiayaan investasi dalam negeri lebih besar dibanding tabungan nasional
  3. Defisit Fiskal
Defisit Transaksi Berjalan atau trade gap bisa dikatakan sebagai sebab utama pembengkakan utan luar negeri di Indonesia, umumnya di negara berkembang lainnya memang juga begitu. Defisit ini negatif terhadap neraca modal, akibatnya neraca pembayaran atau BOP defisit. Efeknya, otomatis cadangan devisa akan berkurang.

Ketergantungan Indonesia pada utang luar negeri hingga saat ini cukup vital. Sejumlah utang dibuat pada IMF untuk melengkapi pembiayaan pembangunan dan penyelenggaraan negara. Baca juga: Teori Utang Luar Negeri
Teori Basis Ekonomi

Teori Basis Ekonomi


Teori Basis Ekonomi adalah teori yang menyatakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi sebuah kawasan ditentukan oleh peningkatan ekspor dari wilayah itu. Teori Basis ekonomi ini dikelompokkan menjadi:

Sektor Basis, artinya sektor atau kegiatan ekonomi yang memberikan pelayanan baid di pasar dalam daerah ataupun luar daerah. Secara tak langsung daerah memiliki kemampuan dalam ekspor barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor tertentu ke daerah lain.

Sektor non Basis, yaitu sektor yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakan dalam batas wilayah perekonomia wilayah tersebut. Dari teori ini, sektor basis perlu pengembangan yang lebih utama dalam rangka sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi. Intisari teori ini adalah arah dan pertumbuhan sebuah wolayah ditentukan ekspor wilayah itu sendiri.

Sektor basis dan non-basis ekonomi suatu wilayah bisa diketahui dengan analisis Location Quotient atau LQ. LQ dipergunakan dalam mencari tahu berapa besar tingkat spesialisasi sektor basis dengan cara membandingkan peran dalam perkeonomian daerah tersebut dengan peranan perekonomian wilayah regional dalam sektor yang sama.
Teori Kontingensi (Contingency Theory)

Teori Kontingensi (Contingency Theory)

Yang memperkenalkan teori Kontigensi (Contingency Theory) pertama kali adalah Lawrence dan Lorsch. Berikutnya teori kontigensi ini digunakan Kazt and Rosenzweig. Isi dari teori kontingensi adalah:
Tak ada cara terbaik dalam mencapai kesesuaian antara faktor organisasi dan lingkungan dalam mencapai prestasi yang baik dalam organisasi.

Teori Kontingensi ini cocok dipergunakan dalam kajian reka bentuk, rancangan, prestasi dan kelakuan organsisi, dan pengaturan strategik.

Raybun dan Thomas menyatakan teori kontigensi ini memberikan pernyataan pemilihan sistim akuntansi pihak manajemen bergantung pada tuntutan lingkungan perusahaan. Pentingnya teori ini digunakan dalam menjelaskan perbedaan dalam struktur organsisasi yang ada.

Variabel yang digunakan dalam teori ini antara lain, organisasi, teknologi, budaya, lingkungan, pengambilan keputusan, ukuran organsiasi, strategi organisasi. Ini jua memperhitungkan observabilitas, strategi kompetitif, tujuan, teknologi, industri.

Sebagai contoh, sebuah Usaha Kecil dan Menengah akan membuat laporan keuangan dalam bentuk SAK ETAP atas tuntutan pihak eksternal yang tujuannya demi perkembangan usaha dan data dan evaluasi pihak internal.
Teori Kepuasan Kerja Adalah...

Teori Kepuasan Kerja Adalah...

Mengenai teori kepuasan kerja, sejatinya banyak sekali teori yang diungkapkan oleh para ahli. Salah satu yang dikenal luas adalah teori pertentangan atau Discrepancy theory. Diperkenalkan oleh Porter pada sekitar tahun 1961.
Kepuasan atau tidaknya terhadap beberapa aspek pekerjaan adalah cerminan dalam dua nilai. Pertama, pertentangan antara apa yang diinginkan seorang manusia dengan apa perasaan atau persepsinya yang telah diperoleh setelah melakukan pekerjaan tersebut. Bagian kedua adalah pentingnya apa yang diinginkan individu tersebut.

Secara keseluruhan, kepuasan kerja adalah jumlah dari kepuasan dari semua aspek pekerjaan yang dikalikan dengan pentingnya aspek pekerjaan bagi individu.

Seseorang akan merasa puas dan tidak puas semuanya bergantung pada pribadinya. Bagaimana individu tersebut memberikan persepsi adanya kesesuaian ataukah pertentangan antara keinginan.

Kesimpulannya, semakin tinggi tingkat kenyamanan seseorang dalam melakukan sebuah pekerjaan maka tinggi tingkat motivasi untuk melakukan pekerjaan dan mencapai prestasi kerja yang lebih baik.

Loading...